Blitar | Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui dinas kepemudaan dan olahraga (dispora) memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-42, kemarin (7/9/2025).
Momen tersebut sekaligus membuka kompetisi sepak bola bergengsi tahunan, yakni Liga Pelajar jenjang SD hingga SMA yang memperebutkan Piala Wali Kota.
Momentum ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menumbuhkan semangat olahraga di kalangan generasi muda, sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi di Bumi Bung Karno.
Tahun ini, Haornas mengusung tema “Olahraga Satukan Tema”.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengungkapkan, olahraga mengandung nilai penting bagi pembentukan karakter bangsa.
“Hari olahraga mengajarkan tentang ketekunan dan semangat pantang menyerah. Nilai ini harus tertanam dalam jiwa setiap generasi muda sebagai bekal menghadapi masa depan,” ungkapnya, Minggu (7/9/2025).
Dia menambahkan, penyelenggaraan Liga Pelajar Wali Kota Cup merupakan wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan sekaligus mengembangkan bakat.
Ajang ini menjadi salah satu bentuk pembinaan atlet usia dini yang harus terus ditingkatkan.
“Ini adalah wujud nyata komitmen Pemkot Blitar untuk terus mengembangkan potensi atlet-atlet muda. Melalui dispora, kami berupaya meningkatkan fasilitas dan dukungan untuk kegiatan olahraga,” tuturnya.
Tak hanya itu, wali kota juga menekankan pentingnya sportivitas di setiap pertandingan
Menurutnya, hasil kompetisi harus diterima dengan lapang dada, karena yang utama adalah proses pembelajaran dan pembinaan mental.
“Semoga pertandingan tingkat pelajar ini berjalan tertib, lancar, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta,” ucap wali kota yang akrab di sapa Mas Ibin ini.
Peringatan Haornas Ke-42 di Kota Blitar tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan masyarakat dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
“Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis Kota Blitar mampu melahirkan atlet muda berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” pungkasnya.
Peringatan Haornas kemarin dipusatkan di depan Alun-Alun Kota Blitar.
Acara tersebut dibarengkan dengan agenda rutin car free day (CFD) Gemas.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Blitar, M Aminurcholis menambahkan, selain kompetisi sepak bola Liga Pelajar juga digelar festival olahraga tradisional pelajar jenjang SD hingga SMP/MTs.
“Haornas ini harus jadi momentum bersama untuk bersatu memajukan bangsa Indonesia melalui olahraga. Mencetak atlet-atlet berprestasi yang membawa nama harum daerah,” tuturnya.
Dengan penuh semangat dan rasa bangga, kami keluarga besar SMK Islam 1 Blitar mendukung penuh tim kebanggaan kita dalam ajang Liga Pelajar Walikota Cup 2025. Pertandingan ini bukan sekadar adu kemampuan di lapangan, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kerja keras, kekompakan, serta sportivitas yang telah ditempa selama latihan.
Kepada seluruh pemain, tetaplah menjunjung tinggi semangat kebersamaan, pantang menyerah, dan kepercayaan diri. Ingatlah bahwa setiap keringat yang tercurah adalah bentuk perjuangan untuk membawa nama baik SMEKISA. Jadikan pertandingan ini sebagai pengalaman berharga untuk melangkah lebih jauh dan meraih prestasi yang membanggakan.
Dilain pihak kepala SMESKISA1Blitar Drs. H. Gigih Widiyanto, M.Pdi, diruang kerjanya mengatan Kami percaya dengan doa, usaha, dan tekad yang kuat, tim SMEKISA akan mampu memberikan permainan terbaik.
Dia juga mengatakan mari kita dukung bersama dengan penuh sportivitas dan semangat positif. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan kemenangan untuk tim kita. SMEKISA Bisa, SMEKISA Juara.
Dalam liga tersebut tim sepak bola antar SMA/SMK Piala Walikota Blitar, untuk Liga Pelajar Walikota Cup 2024, telah sukses digelar pada tahun 2024, tim SMK Islam 1 Blitar berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi tersebut.
masih seputar keterangan kepala SMK Islam 1 Blitar untuk liga yang sama tahun 2925, Kami hanya merai juara 4/harapan tp Kami mendapat kan Best suporter, pungkasnya.
Mas Ibin Tutup Wali Kota Cup 2025: Dari Stadion Soeprijadi, Kota Blitar Menjaring Bibit Sepak Bola Masa Depan.
Wali Kota Blitar Mas Ibin menyerahkan piala dan uang pembinaan kepada para juara Liga Pelajar Sepak Bola Wali Kota Cup 2025 di Stadion Soeprijadi. Tim SMAN 2 Kota Blitar berhasil meraih juara pertama tingkat SMA, menutup kompetisi pelajar terbesar di Kota Blitar dengan suasana penuh semangat dan kebanggaan.
Suara sorak bergema di Stadion Soeprijadi sore itu, Rabu (8/10/2025). Langit senja yang merona seolah menjadi saksi ketika ribuan pasang mata menyaksikan babak final Liga Pelajar Sepak Bola Wali Kota Cup 2025.
Dari tribun merah yang penuh penonton, yel-yel suporter sekolah menggema, menciptakan atmosfer pertandingan yang hidup dan penuh semangat.
Di lapangan, dua laga puncak tersaji sengit. Pada kategori SMP/MTs, SMPN 3 Kota Blitar tampil dominan atas MTsN 1 Kota Blitar dengan skor 2-0. Sementara di partai puncak SMA/SMK/MA, duel antara SMAN 2 Kota Blitar dan SMKN 1 Kota Blitar berjalan ketat. Setelah imbang 1-1 hingga 90 menit, pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti dramatis. SMAN 2 Kota Blitar akhirnya keluar sebagai juara dengan kemenangan tipis 7-6.
Menjelang sore, Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, S.H.I., yang akrab disapa Mas Ibin, tiba di Stadion Soeprijadi untuk menyaksikan laga final sekaligus menutup secara resmi ajang tahunan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang telah menjaga kompetisi tetap tertib, sportif, dan penuh semangat persaudaraan.
“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang kedewasaan dan kebersamaan,” ujarnya dalam sambutan. Ia menilai, Liga Pelajar tahun ini menunjukkan kemajuan signifikan. Tidak hanya dari segi permainan, tetapi juga dari mental para pemain dan suporter. “Pertandingan berjalan lancar, tanpa kerusuhan. Ini bukti bahwa tingkat kedewasaan tim dan penonton semakin tinggi,” katanya.
Adu penalti, Mas Ibin menekankan bahwa fair play harus menjadi nilai utama dalam setiap kompetisi. “Inti dari sepak bola adalah mendidik generasi muda untuk bersikap menerima hasil pertandingan, bermain sportif, dan bertanding hanya di lapangan. Selebihnya kita tetap bersaudara,” ujarnya tegas.
Liga Pelajar Sepak Bola Wali Kota Cup merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) bekerja sama dengan Askot PSSI dan KONI Kota Blitar. Ajang ini digelar berjenjang dari tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA.
Menurut Mas Ibin, kompetisi semacam ini bukan hanya menjadi wadah penyaluran bakat, tetapi juga instrumen pembinaan prestasi. Ia menyebut, semakin sering kejuaraan digelar, semakin besar pula peluang Kota Blitar melahirkan atlet-atlet muda yang berprestasi.
“Liga seperti ini penting untuk pembinaan yang berkelanjutan. Melalui latihan dan kompetisi rutin, prestasi sepak bola di Kota Blitar akan semakin baik,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta tidak berhenti berlatih meskipun kompetisi telah berakhir. “Untuk sekolah yang juara saya ucapkan selamat. Bagi yang belum, jangan berkecil hati. Masih banyak kesempatan di masa depan,” ujarnya.
Dalam sesi wawancara usai menyerahkan trofi kepada para juara, Mas Ibin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Blitar berkomitmen menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan karakter dan kebahagiaan warga.
“Kompetisi seperti ini bukan hanya untuk pelajar, tapi juga untuk masyarakat. Pemerintah akan terus memfasilitasi kegiatan olahraga yang sehat, kompetitif, sekaligus menghibur,” katanya. Ia mengungkapkan rencana Pemkot untuk memperluas cakupan event olahraga ke depan, termasuk kompetisi antar kampung dan arena road race yang kini tengah disiapkan.
“Kami ingin masyarakat Blitar senang berolahraga, sekaligus bahagia. Tahun depan, kegiatan olahraga akan lebih banyak, lebih variatif,” tutur Mas Ibin optimistis.
Penyelenggaraan Liga Pelajar tahun ini juga diapresiasi oleh banyak pihak. Kolaborasi antara Dispora, Askot PSSI, dan KONI Kota Blitar dinilai sukses menciptakan suasana kompetisi yang aman dan kondusif. Aparat keamanan dari TNI dan Polri juga turut menjaga kelancaran jalannya acara hingga malam hari.
Mas Ibin secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada KONI, Askot PSSI, dan Dispora yang telah bekerja keras, juga kepada aparat keamanan yang membantu menjaga situasi tetap kondusif. Alhamdulillah, acara berjalan sukses,” ujarnya.
Sebagai penutup malam itu, Pemerintah Kota Blitar juga menyiapkan nonton bareng kualifikasi Piala Dunia antara Timnas Indonesia melawan Arab Saudi di area stadion. Kegiatan itu menjadi simbol sinergi antara pembangunan dan kebahagiaan masyarakat.
“Pemerintah bukan hanya mengurus pembangunan fisik, tapi juga semangat dan kebersamaan warganya. Salah satunya melalui olahraga,” kata Mas Ibin.
Sorak kemenangan menggema ketika piala juara diserahkan. Para pemain muda dari SMAN 2 dan SMPN 3 Kota Blitar berlari mengangkat trofi tinggi-tinggi. Dari tribun, pelatih, guru, dan orang tua bersorak bangga.
Di tengah kerumunan itu, Mas Ibin menyalami para pemain satu per satu. Ia tersenyum, menepuk bahu mereka sambil berpesan agar terus berlatih dan menjaga semangat “wani”, semboyan khas Kota Blitar yang bermakna berani berbuat baik dan berprestasi.
“Setiap anak yang bermain hari ini adalah masa depan olahraga kita,” ujarnya singkat, namun penuh makna.
Dari Stadion Soeprijadi yang riuh sorak, Liga Pelajar Wali Kota Cup 2025 bukan hanya menutup sebuah kompetisi, tetapi membuka babak baru pembinaan olahraga pelajar di Kota Blitar. Sebuah langkah kecil namun berarti menuju kota yang sehat, bahagia, dan berprestasi. (Irma)






