Polres Serang Bongkar Peredaran Narkoba Lintas Provinsi, Ratusan Ribu Pil Koplo Diamankan

Barang bukti narkoba yang diamankan di Polres Serang, Banten.

SERANG, ZonaBerita.id – Kepolisian Resor Serang, Provinsi Banten, berhasil membongkar jaringan sindikat narkoba lintas provinsi.

Ungkap kasus ini merupakan hasil pengembangan jaringan sabu-sabu yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Kapolres Serang, AKBP Candra Sasongko mengatakan, tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang berhasil membongkar sindikat peredaran obat keras daftar G alias pil koplo di lintas provinsi.

“Dalam pengungkapan jaringan narkoba ini, tim Opsnal mengamankan lima tersangka,” katanya, Jumat (15/3/2024).

Kelima tersangka sindikat peredaran obat keras, di antaranya MS (25) warga Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, dan RF (34) warga Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Kemudian ZU (36) warga Aceh Utara yang berdomisili di Jember, Jawa Timur, RS (30) dan NZ (30) juga warga Aceh Utara, yang berdomisili di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Sedangkan barang bukti yang diamankan, yakni 34 gram sabu-sabu serta total 393.997 butir obat keras jenis tramadol dan hexymer.

“Barang bukti tersebut diamankan dari sebuah tempat di Kota Tegal, Jawa Tengah,” ujarnya.

Dijelaskannya, ungkap kasus narkoba ini dari hasil pengembangan dua paket sabu-sabu seberat lebih dari 1 gram yang diamankan dari tersangka MS, pengedar sabu-sabu yang ditangkap pada 20 Februari lalu.

“Tersangka MS ditangkap di pinggir jalan tidak jauh dari rumahnya pada Selasa (20/2) sekitar jam 01.00 WIB, dengan barang bukti dua paket sabu-sabu,” ungkapnya.

“Dari pengakuan MS, sabu-sabu didapat dari warga binaan lembaga pemasyarakatan di Tangerang berinisial R,” lanjut AKBP Candra Sasongko.

Berbekal informasi tersebut, Tim Opsnal yang dipimpin Ipda Wawan Setiawan melakukan pengembangan dan bergerak ke Lapas yang ada di Tangerang dan berhasil mengamankan R.

Dan R menyebut, dua paket sabu-sabu yang dijual ke MS berasal dari V dan AH yang juga warga binaan.

Tim Opsnal pun berhasil mengamankan tersangka ZU. Dalam pemeriksaan, ZU mengaku membeli sabu-sabu melalui perantara RS yang tinggal di daerah Tegal, Jawa Tengah.

“Tersangka RS yang disebut sebagai perantara ini berhasil diamankan bersama tersangka NZ di rumahnya yang juga dijadikan tempat usaha,” jelasnya.

Sementara itu, dalam penggeledahan, Tim Satresnarkoba menemukan tumpukan dus yang ternyata berisi ratusan ribu pil koplo berbagai jenis dan merek.

Tersangka RS dan NZ selanjutnya digelandang ke Mapolres Serang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada sebanyak 393.997 butir obat keras berbagai merk yang diamankan, di antaranya pil hexymer sebanyak 217.140 butir, tramadol sebanyak 30.152 butir, DMP 109.281 butir, merek YY 47.124 butir serta trihexyphenidyl sebanyak 300 butir. Obat-obat jenis ini tidak sembarang dijual bebas,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, RS mengaku masih memiliki sabu-sabu yang dipegang tersangka RF warga Kronjo, Kabupaten Tangerang.

“Tersangka RF berhasil diamankan di rumahnya dengan barang bukti sabu seberat 32,88 gram. Kasus ,” jelasnya.

Dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 435 Jo 436 UU RI No 17 Tahun 2023 tentang kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *